PEMBUATAN KELAS
ONLINE MENGGUNAKAN
APLIKASI POPULER
GOOGLE CLASSROOM
DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS
LAMPUNG TIMUR
LAPORAN
RENCANA TINDAK
LANJUT
Pelatihan di Wilayah Kerja Se-Kabupaten Lampung
Timur
Lampung
Disusun Oleh :
Miftahul Ulum,
S.Pd
NIP/NIK. 1807172411930001
KEMENTRIAN AGAMA
BALAI DIKLAT KEAGAMAAN
BANDAR LAMPUNG
2023
HALAMAN PERSETUJUAN WIDYAISWARA
RENCANA TINDAK LANJUT
PEMBUATAN KELAS ONLINE
MENGGUNAKAN
APLIKASI POPULER
MAPEL BAHASA
INGGRIS KELAS VII LAMPUNG TIMUR
NAMA :
MIFTAHUL
ULUM
NIP/NIK : 1807172422930001
UNIT KERJA : MTs MADINAH KARYA TANI
Diajukan
untuk memenuhi tugas akhir di
Wilayah Kerja se-Kabupaten Lampung Timur Propinsi Lampung.
Sukadana,
Januarii 2023
Widyaiswara
Pembimbing,
Dr. Miskiah,
M.Pd
NIP.
197805082002122001
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT
karena atas berkat dan hidayahnya jugalah Laporan Implementasi Rencana Tindak
Lanjut Diklat Tekhnologi Informasi Komunikasi MTs model-model pembelajaran ini
dapat diselesaikan tepat waktu :
Pada kesempatan ini menyusun mengucapkan terima
kasih kepada :
1.
Bapak Agus Apriyansyah, S.E,.M.M Sebagai
Kepala Balai Diklat Keagamaan Bandar Lampung yang telah melaksanakan Diklat
Tekhnologi Informasi Komunikasi (TIK) MTs model-model pembelajran.
2.
Bapak Indrajaya,S.Ag.,M.A.P Sebagai Kepala Kementrian Agama Kabupaten Lampung Timur yang telah memberikan
kesempatan untuk mengikuti diklat ini.
3.
Bapak Kepala
Sekolah Bapak Udin, S.Ag,.M.Pd.I MTsN 1 Lampung Timur
4.
Ibu Dr Miskiah,
M.Pd Sebagai WI Selaku pengajar sekaligus pembimbing diklat.
5.
Panitia diklat
yang telah memfasilitasi agar kegiatan diklat ini berjalan dengan lancar.
6. Semua
rekan-rekan sesama diklat yang telah bekerja sama membantu menyelesaikan
laporan Implementasi ini.
Demikian Laporan ini dibuat agar sekiranya dapat
memenuhi persyaatan agar dapat dinyatakan Lulus pada Diklat Tekhnologi
Informasi Komunikasi (TIK) MTs.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.
LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan
salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan bangsa.
Melalui pendidikan diharapkan dapat merubah pola fikir manusia menjadi lebih
luas dan tingkah laku yang berkualitas. Selain itu pendidikan juga sering
disebut proses mendidik. Proses mendidik tersebut secara umum biasanya
dilakukan disekolah, institute, akademik, sekolah tinggi, atau universitas.
Menurut Ki Hajar Dewantoro, “ Pendidikan
dimulai dari lahir sampai mati”. Didalam UU No.20 Tahun 2003 tentang pendidikan
Nasional (Sisdiknas) juga disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha yang dasar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembejaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dengan menggunakan beberapa Aplikasi
Populer Seperti Power Point, Google Classroom.
Kegiatan pembelajaran
memiliki komponen beberapa pelaku yang ada didalamnya yaitu guru dan siswa,
selain kedua komponen tersebut ada juga salah satu komponen yang keberadaanya
mempunyai peran cukup penting yaitu media.
Media yang dimaksud ini adalah alat yang
digunakan untuk mengirimkan isi materi atau pesan dari guru kepada siswa maupun
dari siswa mengirimkan isi materi atau pesan dari guru kepada siswa maupun dari
siswa kepada guru.
Google Classroom atau dalam bahasa
Inggris yaitu Ruang Kelas Google adalah
satu serambi pembelajaran campuran yang
diperuntukan terharap setiap ruang lingkup pendidikan yang dimaksud untuk
menemukan jalan keluar atas kesulitan dalam membuat, membagikan dan
menggolongkan setiap penugasan tanpa kertas, Pemanfaatan Google Classroom dapat melalui multiplatform yakni dapat melalui
Komputer dan Android. Guru dan siswa dapat mengunjungi situs https://classroom.google.com atau dapat mengunduh aplikasi Playstore di Android
dan Appstrore di IOS.
Pembelajaran tidak dapat dilaksanakan
secara maksimal. Supaya siswa bertambah semangat belajar lagi, pembelajaran
yang dilakukan diruang kelas dibantu dengan dikembangkanya media pembelajaran
yang menarik. Sehingga siswa lebih aktif dan tidak cepat bosan dengan proses pembelajaran
yang ada diruang kelas tersebut. Media pembelajaran dapat juga dilakukan
mengunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail,
dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui
hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan menggunakan media-media tersebut.
Dewasa ini perkembangan teknologi dan
informasi yang terjadi di negara ini banyak membawa dampak positif bagi dunia
pendidikan. Khususnya teknologi komputer dan internet baik dalam hal perangkat
keras maupun perangkat lunak, memberikan banyak tawaran dan pilihan bagi dunia
pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran. Keunggulan bukan hanya terletak
pada faktor kecepatan untuk mendapatkan informasi melainkan juga fasilitas
multimedia yang dapat membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan
interaktif. Perkembangan teknologi informasi banyak digunakan untuk menunjang
aktivitas manusia. Didunia pendidikanlah kehadiran teknologi informasi menjadi
salah satu pilihan untuk menyelenggarakan program pendidikan. Pemanfaatan
internet dalam bentuk media pembelajaran berbasis web merupakan salah satu
bentuk e- learning yang pada era ini sedang populer dikembangkan oleh lembaga
pendidikan. Menurut Rosenberg (2009, p.35) e-learning adalah peralatan teknologi
komputer yang digunkan untuk meningkatkan proses belajar dan mengajar.
E-learning juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pengetahuan. Nadiu (2003, p.11)
menambahkan bahwa penerapan e-learning sangat bermanfaat bagi pembelajaran
karena sifatnya yang fleksibel, yang memungkinkan user mengakses informasi dan
sumber belajar tanpa terbatas.
2.
IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah
dikemukakan sebelumnya maka
dapat diidentifikasi beberapa masalah
sebagai berikut:
1.
Media yang
digunakan oleh guru masih terbatas pada buku cetak, lembar
kerja siswa, serta mengerjakan
soal dipapan tulis.
2.
Pembelajaran
Ekonomi menggunakan metode ceramah dan kurang bervariasi
sehingga menimbulkan kebosanan siswa
dalam mengikuti pelajaran.
3.
Mata pelajaran
ekonomi merupakan mata pelajaran yang cukup penting, namun
siswa masih enggan untuk memperhatikan
dan sibuk dengan dunianya sediri.
4.
E-learning
berbasis google classrom masih belum digunakan sebagai alternatif
media pembelajaran di MTs Madinah Karya
Tani.
3.
PEMBAHASAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah dan
identifikasi masalah tersebut, penelitian ini dibatasi pada penggunaan media
pembelajaran E-learning berbasis Google Classroom di MTs Madinah Karya Tani.
Penelitian ini difokuskan untuk mengukur kelayakan media pembelajaran dan
motivasi belajar siswa menggunakan media pembelajaran E-learning berbasis
Google Classroom pada mata pelajaran Bahasa Inggris dengan Kompetensi Dasar
(KD) mengidentifikasi fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi interpersonal lisan dan
tulis yang melibatkan tindakan menyapa, berpamitan, mengucapkan terimakasih,
dan meminta maaf, serta menanggapinya, sesuai dengan konteks penggunaannya.
4.
TUJUAN RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)
Berdasarkan masalah yang telah
dirumuskan, maka penelitian ini bertujuan:
1.
Untuk mengetahui
penggunaan E-learning berbasis “Google Classroom”
sebagai media pembelajaran
di MTs Madinah Karya Tani.
2.
Untuk mengetahui
tingkat kelayakan media pembelajaran menggunakan
“Google Classroom” di
MTs Madinah Karya Tani berdasarkan ahli materi dan
ahli media.
3.
Untuk mengetahui
peningkatan motivasi belajar siswa setelaha menggunakan
media pembelajaran
e-learning berbasis “Google Classroom”
5.
MANFAAT RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)
1.
Secara Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan dalam
memperluas pengetahuan bidang penggunaan media pembelajaran E-learning berbasis
Google Classroom. Penelitian ini juga dapat sebagai bahan acuan dan referensi
untuk pertimbangan bagi penelitian selanjutnya.
2.
Secara Praktis
a.
Bagi Peniliti
Manfaat bagi peneliti disini adalah
untuk mengetahui penelitian penggunaan media pembelajaran E-learning berbasis
Google Classroom. selain itu juga dapat memberikan pengalaman dan wawasan
mengenai masalah-masalah yang ada di sekolahan. Peneliti disini berlatih untuk
menemukan solusi atas masalah-masalah yang terjadi di sekolahan khususnya dalam
proses pembelajaran. Selain itu penelitian ini juga berfungsi sebagai syarat
menyelesaikan studi bekal calon pendidik.
BAB II
RENCANA
IMPLEMENTASI
1.
Rencana Kegiatan
Guru diharapkan mampu membuat Kelas
Online dengan menggunakan Kelas Maya Google Classroom, dengan membuat kelas Google
Classroom guru mampu mengajak siswa gabung dalam kelas, memberikan informasi
terkait proses KBM, guru juga diharapkan mampu memberikan materi ajar berupa
file, maupun Video Pembelajaran.
2.
Tujuan Kegiatan
Ø Sebagai bahan pertimbangan dan lebih membuka wawasan
guru akan keberagaman media pembelajaran yang dapat dipilih dan dimanfaatkan
dengan menerapkan proses pembelajaran.
Ø Siswa memperoleh pengalaman baru yaitu menggukan
media pembelajaran yang belum pernah diterapkan sebelumnya di sekolah.
3.
Waktu Pelaksanaan
Menentukan durasi pelaksanaan untuk
setiap Tema yang dipilih dapat disesuikan dengan pembahasan tema. Durasi dapat
dipilih antara 2 Minggu sampai 3 Minggu.
Mengacu pada Keputusan Menteri
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tekhnologi Republik Indonesia Nomor
162/M/2021 tentang program sekolah Penggerak, secara umum ditentukan total
waktu adalah sekitar 20 – 30%.
|
Tingkat
Pendidikan |
Alokasi Jam
PerTahun |
|
SD I - V |
252 Jam |
|
SD VI |
224 Jam |
|
SMP/MTs VII - VIII |
360 Jam |
|
SMP/MTs IX |
320 Jam |
1.
Menentukan satu
hari dalam seminggu untuk pelaksanaan Project (Misalnya hari Selasa).
2.
Mengalokasikan
1-2 jam pelajaran diakhir hari khusus mengerjakan project.
3.
Mengumpulkan dan
mendata pelaksanaan Tema dalam satu periode waktu misalnya 2 minggu atau 1
bulan.
4.
Sasaran Kegiatan
Ranah Kognitif
1. Level Knowledge (Pengetahuan)
Siswa dituntut untuk bisa mengingat atau
menghafal suatu materi (pelajaran). Selain itu siswa akan ditantang untuk bisa
menjelaskan kembali pengetahuan yang sudah diterima sebelumnya.
2. Level Comprehension (Pemahaman)
Siswa diharuskan untuk bisa melakukan
tafsiran, mengartikan, menerjemahkan dan menjelaskan dengan cara mereka sendiri
mengenai pengetahuan yang sudah pernah diterima sebelumnya.
3. Level Application (Penerapan)
Menguji keahlian siswa dalam menerapkan
pengetahuan untuk tujuan menyelesaikan masalah yang ada dalam soal maupun
kehidupan nyata.
4. Level Analysis (Analisis)
Kemampuan siswa dalam mempraktekan
segala pengetahuan yang diraih untuk membuat solusi dari kehidupan sehari hari.
5. Level Synthesis (Sintesis)
Keahlian siswa untuk bisa menghubungkan
dan memadukan berbagai komponen dan aspek dari pengetahuan untuk dijadikan
sebuah pengetahuan baru.
5. Level Evaluation (Evaluasi)
Keahlian siswa untuk menciptakan
prediksi atau keputusan dari sebuah persoalan atau pengetahuan yang telah
dipunya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pelaksanaan pembelajaran daring tidak
sepenuhnya terlaksana tanpa halangan, apalagi pelaksanaan di Sekolah Menengah
Pertama. Masih ada begitu banyak keterbatasan yang menghalangi terlaksananya
pembelajaran daring secara maksimal yaitu penguasaan teknologi yang masih
rendah, sarana prasarana yang belum memadai, akses internet yang masih terbatas
serta kurang siapnya penyediaan anggaran.
Dampak pembelajaran secara daring di
tingkat sekolah menengah pertama juga menyentuh seluruh pihak yang terkait
seperti siswa, guru, dan orang tua. Belum adanya sistem yang baku yang menjadi
pegangan sistem pembelajaran jarak jauh menyebabkan semakin sulitnya
tercapainya tujuan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran daring di tingkat
sekolah dasar sangat membutuhkan peran pendampingan orang tua dalam
pelaksanannya, namun keterbatasan orang tua soal waktu dan juga keterbatasan
penguasaan teknologi turut menghambat pelaksanaannya, oleh karena itu sangat
diperlukan adanya pelaksanaan bimbingan belajar untuk siswa.
B.
SARAN
Berdasarkan pengkajian hasil penelitian
dilapangan, maka Peneliti bermaksud memberikan saran mudah – mudahan dapat
bermanfaat bagi lembaga maupun bagi peneliti selanjutnya yang mengangkat
permasalahan yang sama, yaitu. Saran yang terkait tentang upaya guru dalam
implementasi pembelajaran daring adalah sebagai berikut: Kepada peserta didik,
agar tetap selalu bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran secara daring.
Kepada guru, agar tetap selalu membimbing dan mendampingi dengan sabar serta
membuat video pembelajaran semenarik mungkin agar siswa lebih tertarik dalam
mengikuti proses pembelajaran secara daring.
Masalah KBM yang kurang efektif. Sekolah
dan para staffnya perlu menemukan cara tersendiri agar materi yang dipelajari
sebisa mungkin dapat dipahami oleh peserta didik. Tidak harus memaksa peserta
didik untuk memami materi pembelajaran secara 100 %, 50-70 % saja sudah cukup.
Setidaknya mereka tetap memahami materi yang sedang dipelajari.
Langkah – Langkah Membuat Google Classroom
1. Pastikan siswa memiliki akun gmail, jika belom
memiliki maka buatlah akun gmail.
2. Silahkan klik tanda + dan klik Join Class
3.
Siswa akan
bergabung dalam kelas
4.
Siswa tinggal
melihat informasi
Jika sudah dikerjakan dalam bentuk file,
tinggal klik file dan lampirkan file yang akan dikirim.
Jika file sudah dilampirkan jangan lupa
klik Turn in.






.png)



0 komentar:
Posting Komentar